Sunday, February 7, 2016

Perkembangan Loji Pasca Kemerdekaan Indonesia

Freemasonry (Kelompok Persaudaraan Kemasonan) masuk ke Hindia Belanda seiring eksodus rombongan tentara Vereenigde Oost-Indische Compagnie dari tanah Eropa ke Nusantara. Awalnya tidak ada loji (grand lodge) yang dapat mereka jadikan pusat pertemuan dan pengajaran di Hindia Belanda. 


Theo Stevens melalui buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda 1764 – 1962 mencatat, pertumbuhan loji dimulai di kota-kota dagang besar yang terletak dekat pesisir seperti Batavia, Semarang, Surabaya dan Padang. Pun, di daerah pedalaman komunitas persaudaraan kemasonan, loji-loji mulai didirkan. Pada periode 1767 hingga 1948, setidaknya 27 loji pernah berdiri di Hindia Belanda, terbentang dari Banda Aceh sampai Makassar. Daftar rincian bisa lihat dipostingan sebelumnya disini

Pertumbuhan kelompok persaudaraan khusus laki-laki di Hindia Belanda itu tak dapat dilepaskan dari peran seorang pendeta bernama Albertus Samuel Carpentier Alting

Stevens menulis, Albertus menggagas penerbitan Indische Macconiek Tijdschrift, majalah yang menjadi saluran komunikasi antara saudara. Ia pulalah yang memainkan peran penting pada kelahiran Loge Agung Provinsial Hindia Belanda.

Awal tahun 1937, Suhu Agung Belanda, H. van Tongeren, mengadakan kunjungan keliling ke loji-loji di Hindia Belanda. Gambar kunjungan ke Loji Batu Kunci (De Hoeksteen) di Sukabumi. (Dok Theo Stevens)

Pada masa jayanya, tarekat kemasonan di Hindia Belanda memiliki 1500 anggota yang terbagi dalam 25 bentara. Namun, sejak awal abad ke-20 angka tersebut terus menurun seiring melemahnya kekuatan pemerintah kolonial di Hindia Belanda.

Pada saat yang bersamaan, anggota tarekat yang berstatus sebagai warga asli Hindia Belanda, baik yang disebut pribumi maupun peranakan, terus meningkat. Pengamat kemasonan, Sam Ardi, mengatakan masuknya kaum elite Jawa ke kelompok persaudaran menjadi pemicu ketertarikan lelaki Hindia Belanda lainnya.

Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia, Loge Agung Provinsial Hindia Belanda mulai goyah. Stevens menulis, awal dekade 1950-an, anggota tarekat bernama Liem Bwan Tjie yang belakangan dikenal sebagai pelopor arsitektur modern Indonesia, menulis laporan tentang perkumpulan kemasonan dibawah nama Purwa-Daksina

Pengurus, anggota dan undangan Loji Soerajodal (Lembah Serayu).
Loji ini berdiri Purwokerta dan anggotanya banyak yang berkebangsaan Indonesia.
Duduk di paling kiri, R.A.S Soemitro Kolopaking yang nantinya akan menjadi Suhu Agung Pertama dari Loge Agung Indonesia. (Dok. Theo Stevens)

Pada laporannya, Liem berkata, rencana pembentukan sebuah loji Indonesia telah muncul beberapa tahun sebelumnya. Namun, karena kesukaran penerjemahan teks pengajaan dari bahasa Belanda ke bahasa Indoneisa, loji tersebut tidak kunjung terbentuk.

Minimnya jumlah anggota yang berwarga negara Belanda turut menjadi penghambat pendirian Loji Purwa-Daksina. Liem menulis, kurangnya anggota Belanda itu ditakutkan akan berpengaruh pada mutu pelaksanaan pengajaran paham kemasonan.

Pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia ketujuh, Sekretaris Agung di Den Haag mengumumkan adanya perhomonan pendirian Loji Purwa-Daksina. Pemohon surat itu adalah 9 (sembilan) mason Indonesia, yaitu Sumitro Kolopaking, Soerjo, Wisaksono Wirjodihardjo, Soebali, Hoedioro Sontoyudo, Sutisno, Liem Bwan Tjie, Liem King Tjiauw dan Liem Mo Djan.

Surat pendirian Loji Purwa-Daksina akhirnya ditandatangani Suhu Agung Belanda pada 18 Oktober 1952. Melalui sidang resmi Pengurus Besar Provinsial bertanggal 31 Oktober 1952, penyerahan surat dari lembaga pusat kemasonan Belanda kepada ketua Loji Purwa-Daksina, Sumitro Kolopaking, dilakukan di Ruang Ksatria Loji Adhuc Stat.

Pendirian Loji Purwa-Daksina lantas berlanjut pada pendirian empat loji Indonesia lainnya, yaitu Loji Bhakti di Semarang, Loji Dharma, Bandung dan Loji Pamitran, Surabaya.

Stevens menulis, pada 16 Juni 1954, para ketua dari empat loji Indonesia berkumpul di Semarang untuk mendirikan Lodge Agung Indonesia (LAI). Dua pekan setelahnya, pertemuan tersebut menyepakati susunan pengurus LAI, yakni Soemitro Kolopaking sebagai suhu agung, Raden Soerjo menjadi wakil suhu agung dan Raden Soeparto sebagai pengawas agung pertama.

Para pengurus itu lantas mengirimkan permohonan kepada Pengurus Besar Kemasonan Belanda, bahwa penyebaran cita-cita masonik di antara penduduk Indonesia hanya akan menghasilkan yang baik jika dilakukan dalam bahasa nasional.

Puncaknya, pada tanggal 7 April 1955, jelang pelaksanaan Konferensi Asia Afrika, suhu agung Belanda C.M.R Davidson melantik para pengurus LAI di Jakarta. Stevens berkata, sejak itulah tarekat kemasonan Indonesia berpisah dari lembaga kemasonan induk di Belanda.

Soemitro Kolopaking dikukuhkan menjadi Suhu Agung pertama Lodge Agung Indonesia pada tanggal 7 April 1955

Soemitro Kolopaking Poerbonegoro dan rekan-rekannya pamitan dari Pengurus Provinisal

Suhu Agung Provinsial Hindia Belanda, C.M.R Davidson dan Suhu Agung Timur Agung Indonesia, Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, 7 April 1955.

Seorang anggota Mason tertua, Sosrohadikoesoemoe mengucapkan selamat kepada Suhu Agung yang baru, Soemitro Kolopaking Poerbonegoro

Pada tanggal 7 April 1955 lahirlah Tarekat Mason Indonesia.
Upacara persemian pengurus baru, para pengurus mengenakan seragam kemasonan.

Sehari setelah pelantikan tersebut, suatu resepsi diselenggarakan Pengurus Besar Majelis Tahunan Indonesia. Menurut data Stevens, sebanyak 200 (dua ratus) tamu, termasuk wakil-wakil dari Presiden dan Wakil Presiden Indonesia datang. Tiga kepala staf angkatan bersenjata Indonesia juga hadir pada resepsi tersebut.

Sam menuturkan, pembentukan LAI merupakan cara para mason Indonesia mempertahankan diri dari represi pemerintah. “Kalau tidak ada sentimen anti-asing, LAI mungkin tidak pernah muncul dan Kemasonan di Indonesia akan terus berada di bawah Majelis Provinsial Belanda,” katanya.




Foto : Dokumen Dr. Theo Stevens dalam bukunya Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia dan Indonesia 1764-1962
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks